Sabtu, 09 Februari 2013

Andreanis Berbagi


Sebenarnya saya masih belum menemukan alasan yang cukup kuat untuk segera ke Jakarta sampai tv berita nasional me-halo-halokan status "darurat" untuk ibukota. Maka segera saya selesaikan urusan saya di Sumatera untuk segera ke Jakarta. Saya pikir ini saat yang tepat untuk berkumpul bersama kawan-kawan Sahabat Pelangi, berbagi dan belajar dari musibah yang terjadi. Respon dari kawan-kawan ternyata sangat antusias. Arsyah, si tuan acara "Andreanis Goes to Monas" langsung merombak acaranya habis-habisan dan mensponsori kegiatan baru yaitu "Andreanis Berbagi".

Sudahkah kawan menonton film Cast Away? Di mana Tom Hanks terdampar di pulau tanpa nama di tengah samudera, tak memiliki teman ngobrol kecuali sebuah bola voli, iya bola voli. Inilah yang sedikit kutemukan dari sosok Yana Yulio Tamara, ia tinggal berbulan-bulan di keramba di tengah-tengah waduk Jatiluhur, jarang berinteraksi dengan manusia, hanya ada kucing dan ayam yang ia culik dari induknya sejak disusui. Cerita soal kucing ini sungguh menarik, silahkan kau tanya sendiri dengannya. Yang membuat saya terharu adalah ia rela meninggalkan habitatnya, kehidupan airnya, kesendiriannya, pergi ke darat: Jakarta dari Purwakarta cuma demi project ini. Bisa kau bayangkan kawan, ia sedikit mengeluh tentang darat yang baginya terlalu "stabil", tak ada goyangan arus air yang selama ini jadi teman setianya. Tak hanya membawa ikan yang super banyak ia juga membawa cerita-cerita yang menggelitik soal kehidupan di air. Ah kau haruslah bertemu langsung dengannya boi.



Setelah di traktir minum kopi dan membicarakan masalah banjir.


Oke mari kita bicarakan soal project, hari pertama kita berkumpul di Epicentrum Walk Kuningan, membicarakan project ini dan sedikit menyinggung tentang ekspedisi ke Pulau Belitong. Eh, sudahkah kuberitahu kalau Pakcik Andrea dan Meda datang juga dalam rapat? Iya, jadi mereka mengundang kita ke Epicentrum Walk untuk memberikan dorongan dan motivasi juga menitipkan donasi untuk project. Soal ekspedisi ke Belitong diperkirakan akan dilakukan di pertengahan bulan April, Pakcik menunggu kita di sana boi.
Di kediaman Mak Cik Sari
 Dari Epicentrum kita langsung bergerak ke Matraman yang sejak hari itu ditetapkan sebagai basecamp Sahabat Pelangi Jabodetabek, kita menginap di sana. Soal cerita bolak-balik menyiapkan kebutuhan untuk sumbangan sepertinya tidak perlu diceritakan panjang lebar. Singkatnya semua yang direncanakan telah ready pada pukul dua belas lebih sedikit di hari ke dua. Barang-barang berupa selimut, makanan dan obat-obatan kita salurkan melalui posko Mapala se-Jabodetabek . Terima kasih untuk bantuan tenaga, pikiran, donasi dari kawan-kawan semua.

Udah capek sih sebenernya ngingetin kita semua soal banjir yang dateng terus akibat ulah sendiri. Jadi pesen saya cuma ini: abis buka permen, bungkusnya dikantongin aja. Mendingan rumah kbanjiran apa kantong yg kebanjiran?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar